” Di mata para politikus Papua, Freeport dipandang sebagai simbol kedaulatan Indonesia di Papua. Karena itu, Freeport menjadi sasaran antara untuk mempersoalkan keabsahan Indonesia di Papua” Pendapat ini ditulis oleh Amiruddin al-Rahab -ANALIS POLITIK PAPUA, DIREKTUR EKSEKUTIF THE RIDEP INSTITUTE di Koran Tempo.
Tulisan Sdr. Amiruddin ini sangat menarik untuk dikaji, berkaitan dengan dinamika PT Freeport saat ini.
Bagi rekan-rekan yang ingin membaca tulisannya yang berjudul “Kotak Pandora Freeport“ pada koran Tempo edisi 11 Oktober 2011, dapat diunduh di sini HMS Fakfak – Pages from tempo_20111011-2
Selamat membaca


Berawal dari sebuah pertemanan, dimana satu sama lain mempunyai ketertarikan di bidang musik dan juga tentunya bisa bermain musik, akhirnya dengan dibekali keberanian dan kepercayaan yang tinggi terbentuklah Band yang diberi nama OKTO5 yang berdomisli di BANJARAN, BANDUNG SELATAN. Langkah pertama yang diambil untuk mengawali karir, OKTO5 mencoba menampilkan musik yang diusungnya mulai dari panggung ke panggung arena musik, dengan harapan bahwa media tersebut adalah sarana yang tepat sebagai jembatan untuk menuju jenjang yang lebih tinggi di Blantika musik Indonesia.
Titi Sjuman adalah drummer, komposer, aktris, istri dan ibu. Ia dilahirkan di Jakarta pada 10 Februari 1981 sebagai anak bungsu dari Idham Radjo Bintang dan Susy Aryani. “Titi” (seperti keluarga dan teman dekat suka memanggilnya) selalu memiliki naluri alami untuk menjadi seorang seniman. Dia memulai pelajaran pertamanya drum pada Farabi Music School pada tahun 1999 selama dua tahun. Pada tahun 2003, Titi sudah terdaftar di Institut Musik Daya Indonesia, sebuah perguruan tinggi musik yang dikenal membangun dan ditemukan oleh Deviana Daudsjah.
Mungkin anda pernah dengar atau melihat tentang judul buku ini ???







