Lack of awareness and unified strategy fuels HIV epidemic among men who have sex with men in Asia Pacific

BALI – The Asia Pacific Coalition on Male Sexual Health (APCOM) will conduct a full-day forum on August 8 on the unique challenges posed by HIV infection among men who have sex with men (MSM) and transgenders TG) in the region. The interactive consultation is an official Fakfak_HMS_APCOM_ICAP_IXpre-conference activity of the 9th International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP 9) being held in Bali. Authorities from around the world armed with the latest epidemiological data will provide important new insights into the directions the epidemic is taking in the region. Every 7.5 minutes in Asia Pacific, a man who has sex with men, irrespective of their being homosexual or heterosexual, gets infected with HIV. APCOM, a regional coalition focusing on HIV and MSM of community-based organisations that includes the government sector and the United Nations system, will target its day-long forum squarely on this key affected population. It will bring together a diverse mix of experts, from developers of national HIV response programmes to scientific researchers to those involved in the UN’s global and regional response to HIV among MSM and TG. They are joined by community leaders from the Asia Pacific
region involved in local, national and sub-regional service delivery and community mobilization.
Asia Pacific faces a number of hurdles that make HIV prevention among MSM particularly difficult, including religious and cultural attitudes, legal, economic and social discrimination, linguistic challenges and varying levels of awareness. Highly concentrated and severe HIV epidemics among MSM in urban areas across the region are well documented, yet investment in HIV programming for MSM and TG remains limited, ranging from 0% to 4% of the total spending for HIV programming in countries region-wide.
Baca lebih lanjut

Agar Rakom Se-Awet Komunitas

Awalnya hanya mimpi. Radio menjadi media alternatif, media yang tidak dikendalikan oleh pemerintah. Tidak pula oleh para kapitalis. Media yang diinisiasi, dijalankan, dan diperuntukkan bagi kepentingan kelompok masyarakat atau komunitas. Semangatnya: “dari, oleh, dan untuk komunitas”. Lahirlah media dengan nama radio komunitas (Rakom).

Setelah sekian tahun berlalu, banyak Rakom yang hidup dan mati. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana cara agar rakom bisa terus ada dan mandiri? Kalau radio swasta yang berbasis modal dapat terus menjaga kelangsungan hidupnya, mengapa Rakom yang berbasis komunitas tidak dapat melakukannya? Rakom memiliki tujuan-tujuan yang mulia.. Ia juga diinisiasi dan dikelola oleh orang-orang yang memiliki kepedulian. Apa yang kurang dan harus dibenahi?

Baca lebih lanjut

FAKFAK TEMPO DULU

Bulan Juni 2009 lalu, kami browsing mencari foto-foto kota Fakfak, dan kebetulan kami menemukan satu situs yang menarik dari negeri Belanda  milik Mr. J.A. De Vries. Di dalam situs beliau terdapat foto-foto kota Fakfak tempo dulu. Kami pun mengirim email kepada  Mr. J.A. De Vries untuk minta ijin mempergunakan foto-fotonya di blog kami. Pada tanggal 26 Juli 2009 kami mendapat balasan email dari Mr.J.A. De Vries, beliau menyampaikan bahwa dia tidak berkeberatan bila kami menggunakan foto-fotonya.Melalui blog ini juga kami mengucapkan banyak terima kasih buat Mr. J.A De Vries dan keluarga karena telah mengijinkan kami menggunakan foto-foto ini
Bagi rekan-rekan yang mungkin mempunyai foto-foto kota Fakfak dan ingin berbagi dengan kami selalu akan menerima dengan senang hati… salam….




Sumber foto :
http://www.j.a.devries.freeservers.com/

Kasus Penembakan di Freeport Juli 2009

“Serangan bersenjata kembali terjadi di kawasan PT Freeport …” demikian awal sebuah sebuah tulisan di Koran Tempo terbitan tanggal 26 Juli 2009, kasus penembakan ini merupakan rentetan kasus penembakan di kawasan PT Freeport, Timika – Papua selama bulan Juli 2009 ini. Bermula dari kasus penembakan terjadi pada tanggal 11 Juli 2009, yang mana seorang warga asing asal Australia menjadi korban tewas.
Siapa sebenarnya yang bertanggung jawab terhadap peristiwa ini ? dan motifnya apa ?
Banyak opini yang bermunculan, kami mencoba menyajikan informasi ini dalam bentuk kliping koran yang kami kumpulkan dari beberapa media, semoga berguna bagi para pembaca blog ini
Untuk melihat klipingnya silahkan klik gambar-gambar di bawah ini

Untuk versi lengkapnya (pdf file) anda dapat mengunduh pada link berikut
Koran Jawapos
Koran Tempo
Koran Republik

Enam Pelajar di MalangTertular HIV/AIDS

Hari ini ada teman yang memberikan koran Jawapos, kebetulan dia baru datang dari Jawa tadi pagi lewat Biak. Hampir sama dengan koran-koran besar lain. cover depan semuanya membicarakan soal bom yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu

Setelah melihat-lihat beberapa halaman, ada satu berita yang patut kami bagi buat rekan-rekan semuanya, selamat membaca :……

MALANG — Enam pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Malang berusia 15-18 tahun. Remaja yang berstatus pelajar di sekolah menengah atas ini tertular virus melalui hubungan seksual. Temuan ini merupakan hasil penelusuran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Para pelajar itu diduga memakai jasa pekerja seks di sejumlah lokalisasi di Kabupaten Malang.“Kami prihatin, HIV/AIDS mulai menyerang pelajar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Agus Wahyu Arifin kemarin. Untuk mengendalikan penyebaran virus ini di kalangan pelajar, kini KPA akan menggandeng Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, juga Departemen Agama untukmenggelar sosialisasi kepada para pelajar tentang ancaman penyakit mematikan ini.Apalagi, Departemen Agama jugamemiliki 350 penyuluh lapanganyang kerap berkeliling ke sejumlah sekolah. Mereka, kata Agus, telah terlatih melakukan pendekatan kepada para pelajar dan pemuda. Juga akan dilibatkan Majelis Ulama Indonesia(MUI) dengan menggandeng tokoh agama agar memberikan pencerahan dari sisi agama. “Setiap khotbah juga bisa diisi materi soal bahaya penyakit HIV/AIDS,” katanya. Selain itu, para pekerja seks dan pemilik wisma di lokalisasi diminta tak melayani pelanggan berusia pelajar.Larangan ini diberikan untukmencegah penularan HIV/AIDS terhadap remaja dan pemuda. Selain itu, kampanye menggunakan kondom tetap digalakkan. Selama 1991-2009, jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Malang 370 orang, 38 di antaranya meninggal. Namun, dari hasil estimasi, pengidap HIV/AIDS yang tak terdeteksi diperkirakan mencapai 3.700orang. “(Tingkat) penularan HIV/AIDS terus melonjak,” katanya.

COMMUNITY FORUM (FORUM KOMUNITAS)

hms fakfak-aids

People Living with HIV (PLHIV)

Orang dengan HIV (ODHIV)

Ada 5 juta ODHIV di kawasan Asia-Pasifik dan hak mereka akan pengobatan haruslah bisa dipenuhi. Bila ini terjadi maka Akses Universal dan keberlangsungan pengobatan sebagaimana tertuang dalam Millennium Development Goal (MDG) PBB pada tahun 2015 akan tercapai.

Interfaith Forum

Forum antar iman

Para pemuka agama ikut berperan dengan menyampaikan compassion dan pengertian sehingga setiap individu memperoleh  akses pada pencegahan, dukungan, rawatan dan pengobatan. Bila hal ini terjadi maka upaya mencapai MDG pada 2015 akaan tercapai.

Baca lebih lanjut

Peran Komunitas Sebagai Kunci Penanggulangan HIV-AIDS

Fakfak_HMS_ICAP_IXJakarta (21 Juli 2009) – Dalam International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (9th ICAAP) yang akan berlangsung pada 9–13 Agustus 2009 di Bali, Indonesia, delapan komunitas akan hadir. Kedelapan komunitas ini adalah (1) orang yang hidup dengan HIV (ODHIV), (2) pengguna Napza suntik (penasun);  (3) Komunitas Antar Iman; (4) laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) dan waria; (5) penduduk migran,   (6)pekerja seks;  (7) perempuan, termasuk lesbian;  dan (8) remaja.

Pelibatan berbagai komunitas merupakan kunci dalam penanggulangan penyebaran HIV. Di berbagai tempat telah terbukti bahwa masyarakat sipil, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan beragam latar belakangnya,  dapat membantu pemerintah mewujudkan Akses Universal, yang menjadi bagian penting dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan PBB.

Salah satu tujuan (goals) dalam MDGs adalah menghentikan epidemi HIV pada 2015. Ini berarti semua negara  disyaratkan agar bisa menghentikan dan memutar-balikkan penyebaran HIV pada 2015, termasuk di dalamnya target mencapai Akses Universal pada 2010. Akses Universal adalah sebuah  kondisi bahwa semua orang yang memerlukan pengobatan HIV dapat memperolehnya. Ini berarti ada urgensi bagi tiap negara untuk memperkuat sistem layanan kesehatan dan memberikan layanan yang lebih efektif.

Baca lebih lanjut

Memajukan Radio Komunitas dengan Internet

Internet di kota Fakfak mulai diperkenalkan oleh PT. Telkom pada tahun 2004 dengan layanan Telkomnet Instan. Fakfak adalah satu kota kecil yang terletak di bagian selatan Pulau Papua, kota Fakfak ini termasuk dalam Propinsi Papua Barat.

Pengalaman kami menggunakan internet pertama kali yaitu pada saat pemilu tahun 2004, saat itu radio kami merupakan salah satu jaringan dari pemantau pemilu yang pusatnya di Jakarta, dan laporan pemantauan pemilu harus dikirimkan melalui email atau fax.

Berhubung saat itu radio kami belum mempunyai telepon untuk mengakses telkomnet instant, maka kami harus ke warung internet (warnet) satu-satunya di kota kami yang dikelola oleh seorang pengusaha muda yang biasa kami sapa abang Alex. Dari abang Alex inilah kami diajarkan cara membuat email di situs www.yahoo.com.

Yang membuat kami sempat merasa “luar biasa” adalah pada saat proses pengiriman laporan kami, sebelumnya kami mengirimkan laporan melalui fax dan itu menelan biaya yang cukup besar, kami harus mengeluarkan Rp.50,000 untuk fax 10 lembar laporan (1 lembar fax = Rp.5,000) , sedangkan melalui internet lembaran laporan kami tersebut di scan pada scanner dan dijadikan file PDF (File yang dibaca oleh Program Acrobat Reader), kemudian dibuat sebagai lampiran di dalam email yang kami kirimkan, dan itu hanya memakan waktu tidak sampai 15 menit, dan biayanya hanya Rp.6,000 untuk sewa internet per jam.

Selain pengalaman mengirimkan email ini, kami juga diajarkan abang Alex untuk mencari berita terkini lewat internet untuk disiarkan di radio kami, situs-situs yang menjadi rujukan pada saat itu adalah www.detik.com dan www.kapanlagi.com, karena beritanya “up to date” , dan sampai sekarang di radio kami menggunakan teknik ini untuk menyiarkan berita-berita terkini, apalagi sekarang sudah ada kemudahan akses internet dengan menggunakan handphone, sehingga pada waktu siaran kami bisa langsung menyisipkan berit-berita terkini yang kami ambil dari internet.

Dengan internet banyak kemajuan banyak yang kami capai dalam perkembangan radio kami, selain mutu siaran kami meningkat dengan data-data yang kami ambil dari internet, kami juga dapat berkomunikasi dan menjalin kerjasama dengan teman-teman dari radio lain baik di Papua maupun di luar Papua.

Terima Kasih

Salam,