Massa Datangi RRI, Tanyakan Berita Hasil Quick Count SAHABAT

Puluhan massa pendukung empat pasang kandidat kada Fakfak mendatangi RRI Fakfak. Massa mempertanyakan berita perhitungan cepat (Quick Count) yang disiarkan RRI Fakfak pagi tadi.

Massa yang datang bergerombol di halaman Kantor RRI Fakfak, sementara pimpinan-pimpinan massa memasuki gedung RRI untuk menemui pimpinan RRI. Tidak ada pimpinan RRI, beberapa pimpinan massa ini hanya berhasil menemui salah satu reporter RRI.

Kapolres Fakfak dan Dandim 1706 Fakfak juga mendatangi RRI dan ikut mendengarkan penjelasan reporter RRI.

Iwan Patiran, salah satu pimpinan massa, menyesalkan pemberitaan RRI karena merugikan empat pasang kandidat lainnya. Menurut Iwan, sumber berita hasil penghitungan suara itu bukan KPU Kab. Fakfak, sehingga berita itu dinilai bersifat provokasi.

Baca lebih lanjut

Tentang pooling PILKADA Fakfak

Beberapa hari terakhir ini banyak orang yang bertanya-tanya tentang hasil pooling Pilkada Fakfak 2010 yang kami telah kami  terbitkan di blog ini.

Timbul berbagai bermacam persepsi tentang hasil pooling ini, ada yang biasa saja, ada yang mempertanyakan sumber datanya,  dan ada yang beranggapan bahwa radio HMS melakukan pooling untuk kepentingan calon tertentu, dan lain sebagainya.

Hal ini menandakan bahwa banyak rekan-rekan yang belum begitu paham tentang cara membuat pooling dan dari mana kita memperoleh data di blog wordpress atau website lainnya

Pada kesempatan ini kami ingin menjelaskan dan mengklarifikasi tentang  tentang pooling tersebut :

  1. Pooling Pilkada ini adalah sample dari tulisan kami tentang “ Cara membuat pooling di WordPress
  2. Semua orang, dimanapun dia berada, dan dapat mengakses blog ini mempunyai kesempatan untuk melakukan vote pada pooling tersebut
  3. Hasil pooling ini adalah representasi dari orang –orang yang telah mengakses dan melakukan vote pada blog ini

Semoga penjelasan ini  bisa berguna buat rekan-rekan yang mempertanyakan pooling pilkada ini, dan bisa menarik kesimpulan tentang hasil pooling tersebut.

Semoga dunia internet dan khususnya para bloger di Fakfak semakin berkembang

Salam,

Kiki Marley

HMS-Fakfak

Tidak Ada Satu pun Pengaduan Pelanggaran Kampanye Pilkada Fakfak

Tidak ada satu pun pengaduan pelanggaran selama masa kampanye Pemilukada Fakfak. Kampanye Pemilukada Fakfak berakhir pada 19 September lalu.

Hardin La Monca, Ketua Panwaslu Fakfak, menyampaikan hanya temuan Panwaslu yang sementara diproses saat ini.

“Tidak ada sama sekali laporan pelanggaran kampanye dari masyarakat ataupun tim kandidat, kami justru menemukan sendiri pelanggaran-pelangggaran itu, “jelas Hardin, “Banyak kami temukan PNS yang ikut kampanye semua kandidat!”

Baca lebih lanjut

Mbaham-Matta Usulkan Bentuk Perwakilan MRP di Manokwari

DPRD Provinsi Papua Barat saat ini melakukan sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) tentang Pemilihan Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) periode 2010-2015. Darius Hara, anggota DPRD Provinsi Papua Barat, menemui pengurus Dewan Adat Mbaham-Matta Fakfak untuk mengkonsultasikan rancangan Perdasus ini. Menurut Hara, sosialisasi ini bermaksud meminta masukan untuk perbaikan rancangan Perdasus sebelum dibahas DPRP Papua dan DPRD Papua Barat akhir bulan ini. DPRD Papua Barat bertanggung jawa mempersiapkan perangkat hukum dalam pemilihan MRP. “Perdasus yang ada sekarang benar-benar memberikan kewenangan bagi Dewan Adat untuk berperan dalam mempersiapkan, memproses calon sampai dengan musyawarah pemilihan,” jelas Hara, “Ruang untuk pemerintah dipersempit, tapi pemerintah diharapkan berfungsi sebagai fasilitator untuk proses ini.

Baca lebih lanjut

Indikasi Pelanggaran di Awal Kampanye Pilkada Fakfak

Panwas Pilkada Fakfak menyatakan dugaan adanya pelanggaran dalam deklarasi kampanye damai. Indikasi ini tampak dalam pengerahan massa dengan menggunakan puluhan kendaraan tidak sesuai kesepakatan.
Anggota Panwas Pilkada Fakfak, Amiruddin Rumalutur, S. Ag, menjelaskan, semua kendidat telah sepakat menggunakan kendaraan dalam jumlah terbatas saat deklarasi kampanye, namun pengarahan massa dilakukan kandidat dengan kendaraan dalam jumlah tidak terbatas.
lanjut baca

Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Fakfak

Lima pasang kandidat pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Fakfak menyatakan kesepakatan kampanye damai Pilkada Fakfak. Ke lima pasangan kandidat itu masing-masing pasangan nomor urut 1 Mohammad Uswanas dan Donatus Nimbitikendik (akronim MODO), nomor urut 2 Yoel Rohrohmana dan Amin Ngabalin (akronim YONMA), nomor urut 3 Hamid Kuman dan James Nahuway (akronim HAJI), nomor urut 4 Abdul Latif Suaery dan La Japa La Unga (akronim ALALA), serta nomor urut 5 Said Hindom dan Ali Baham Temongmere (akronim SAHABAT).
lanjut baca

Dateline Sanksi Dewan Adat Terhadap SAHABAT

**Ketua Dewan Adat: “Mereka Anak Adat yang Tidak Beradab”

Rencana pelaksanaan sanksi Dewan Adat Mbaham-Matta terhadap pasangan kandidat SAHABAT (Said Hindom dan Ali Baham Temongmere) dan Tim Pengusung mereka tidak terlaksana, padahal dateline (batas waktu) pemenuhan sanksi ini telah berakhir pada Senin (30/08).

Sirzeth Gwas-Gwas, Ketua Dewan Adat Mbaham-Matta, menjelaskan, tidak ada informasi yang pasti akan kesediaan atau tidak bersedianya SAHABAT untuk memenuhi sanksi ini.

“Setiap suku di muka bumi ini mengenal adatnya sendiri, walaupun kedua orang itu (Said-Ali) anak adat Mbaham-Matta namun mereka bukan anak-anak yang beradab, tidak punya moral,” tegas Gwas-Gwas, “Semua anak Mbaham tahu cara menyelesaikan masalah secara adat, tapi kalau tidak mengakui, maka mereka bukan anak adat yang beradab!”

Baca lebih lanjut