Dimensi politik PT Freeport

” Di mata para politikus Papua, Freeport dipandang sebagai simbol kedaulatan Indonesia di Papua. Karena itu, Freeport menjadi sasaran antara untuk mempersoalkan keabsahan Indonesia di Papua” Pendapat ini ditulis oleh Amiruddin al-Rahab -ANALIS POLITIK PAPUA, DIREKTUR EKSEKUTIF THE RIDEP INSTITUTE di Koran Tempo.

Tulisan Sdr. Amiruddin ini sangat menarik untuk dikaji, berkaitan dengan dinamika PT Freeport saat ini.

Bagi rekan-rekan yang ingin  membaca tulisannya yang berjudul “Kotak Pandora Freeport”  pada koran Tempo edisi 11 Oktober 2011, dapat diunduh di sini HMS Fakfak – Pages from tempo_20111011-2

Selamat membaca

 

Hasil pertemuan nasional AIDS 2011 – Yogyakarta

Tanggulangi HIV, Merauke Anggarkan Rp 1 M

Kabupaten Merauke, menganggarkan dana sebesar Rp 1 Miliar untuk program penanggulangan HIV. Demikian diungkapkan oleh Wakil Bupati Merauke Sunarjo dalam Rakornas AIDS di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta 3 Oktober 2011.
Namun dana yang relative besar itu, menurutnya, belum cukup karena di RSUD Merauke sendiri, kini harus merawat sekitar 900 orang untuk terapi rutin obat ARV dan merawat intensive pasien AIDS.
“Karena gentingnya persoalan HIV, maaf entah melanggar HAM atau tidak, kita perintahkan pada setiap PNS, untuk tes HIV,” ujarnya. Dengan begitu Pemkab Merauke berharap masyarakat umum juga terdorong untuk tes HIV.
Salah satu masalah serius yang dihadapi Kab. Merauke terkait penanggulangan HIV adalah soal pelintas batas. “Papua Nugini juga memiliki kasus HIV yang tinggi, laju pelintas batas warga Papua Nugini yang ke Merauke sangat besar,” ujar Sunarjo.
Karenanya dia berharap Menteri Kehatan Endang Rahayu Sedyaningsinsih, dan KPAN(Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) membantu memecahkan masalah itu.

Baca lebih lanjut