Era baru harapan bagi HIV/AIDS

(Sumber-radio Australia) Sebuah laporan PBB mengatakan, jumlah kematian yang berkaitan dengan AIDS di seluruh dunia telah menurun untuk tahun kelima berturut-turut menjadi 1.7 juta orang di tahun 2011.

Ini berarti turun 5.6 persen dari 2010 dan 24 persen kalau dibandingakan dengan 2005.

Laporan tahunan oleh UNAIDS memperkirakan, jumlah orang dengan HIV meningkat sedikit menjadi 34 juta dari 33.5 juta di tahun 2010.

PBB mengatakan, 25 negara, banyak di Afrika, telah mengurangi infeksi baru HIV paling tidak separuh dalam dasawarsa terakhir dan telah terjadi kemajuan dalam melindungi anak-anak dari virus mematikan itu.

“Kami bergerak dari keputus-asaan menuju harapan,” kata direktur eksekutif UNAIDS, Michel Sidibe, kepada reporter di Jenewa.

Baca lebih lanjut

PERTEMUAN NASIONAL AIDS IV AKAN DISELENGGARAKAN DI YOGYAKARTA

JAYAPURA, (27/09) – Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS IV akan diselenggarakan pada tanggal 3–6 Oktober 2011 di Propinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Kegiatan ini akan diawali dengan pertemuan Forum Komunitas pada tanggal 1–2 Oktober 2011 di tempat yang sama, dan diperkirakan akan melibatkan sekitar 1500 peserta melalui registrasi, abstrak, dan beasiswa dari seluruh provinsi di Indonesia.

Baca lebih lanjut

188 Warga Biak Tewas akibat HIV/AIDS

BIAK, KOMPAS.com —Sedikitnya 188 warga Kabupaten Biak Numfor, Papua, tewas akibat mengidap HIV/AIDS. Hingga akhir 2010 terdapat 736 kasus HIV.

“Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Biak Numfor setiap tahun meningkat signifikan sehingga diperlukan kepedulian berbagai pihak dalam mencegah penularan penyakit mematikan ini,” kata Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Biak Rewang Naflai Salmon di Biak, Jumat (18/3/2011).

Ia mengatakan, dapat saja angka pengidap HIV/AIDS yang tewas bisa bertambah mengingat dinas kesehatan sangat sulit mendeteksi perilaku orang dengan HIV/AIDS (Odha) di lingkungan tertentu, pasca-mengalami pengobatan perawatan jalan di rumah sakit atau puskesmas.

Baca lebih lanjut

DI PAPUA TINGKAT INFEKSI HIV 15 KALI LEBIH TINGGI DARI RATA-RATA NASIONAL

Berikut adalah lembaran fakta HIV AIDS di ASIA, di mana papua merupakan daerah yang tingkat infeksi HIV nya lebih tinggi di  Indonesia

Asia

Epidemi HIV di Asia sebagian besar telah stabil

  • Sebagian besar epidemi HIV nasional di kawasan tampaknya telah stabil
  • Diperkirakan 4.9 juta (4.5 juta-5.5 juta) orang hidup dengan HIV pada tahun 2009,   jumlah yang sama seperti lima tahun sebelumnya.
  • Diperkirakan 300.000 (260.000-340.000) orang meninggal karena AIDS pada tahun 2009 dibandingkan 250.000 (220.000-300.000) orang pada tahun 2001.

Perkembangan dalam penanggulangan HIV diantara anak-anak

  • Akses yang lebih luas untuk pelayanan pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak menyebabkan penurunan yang signifikan dalam perkembangan infeksi HIV baru diantara anak-anak.
  • Diperkirakan 22.000 (15.000-31.000) anak-anak umur 0-14 tahun telah terinfeksi oleh HIV pada tahun 2009 – turun 15% dari tahun 2009 yang diperkirakan 26.000 (18.000-38.000).
  • Kematian yang disebabkan AIDS diantara anak-anak menurun dari 18.000 (11.000-25.000) pada tahun 2004 menjadi 15.000 (9.000-22.000) pada tahun 2009 – menurun 15%

Campuran perkembangan pada infeksi HIV baru

  • Diperkirakan 360.000 (300.000-430.000) orang baru telah terinfeksi HIV pada tahun 2009, dibandingkan dengan 450.000 (410.000-500.000) pada tahun 2001 – terjadi penurunan sebesar 20% dalam delapan tahun terakhir.
  • Di India, Nepal dan Thailand, angka  insiden dari infeksi HIV baru turun lebih dari 25% diantara tahun 2001 dan 2009.
  • Diantara tahun 2001 dan 2009, angka insiden dari infeksi HIV baru di Bangladesh dan Filipina – Negara dengan tingkat epidemi yang relatif rendah – meningkat lebih dari 25%.

 

Pola epidemi HIV bervariasi diantara dan di dalam tiap Negara

  • Secara keseluruhan kecenderungan dalam epidemi menyimpan variasi-variasi yang penting. Di China, sebagai contoh, lima dari 22 propinsi terhitung dengan 53% orang yang hidup dengan HIV.
  • Di Propinsi Papua, Indonesia, tingkat infeksi HIV 15 kali lebih tinggi daripada rata-rata nasional.
  • Thailand adalah satu-satunya Negara di Asia dengan prevalensi HIV yang mendekati 1%.
  • Di Kamboja, prevalensi HIV orang dewasa menurun dari 1.2% (0.8%-1.6%) pada tahun 2001 menjadi 0.5% (0.4%-0.8%) pada tahun 2009.

Baca lebih lanjut

Setidaknya Ada 56 Negara Yang Telah Berhasil Menstabilkan Secara Signifikan Dalam Menurunkan Laju Infeksi HIV Baru

Laporan UNAIDS terbaru memperlihatkan bahwa epidemi HIV dapat ditekan dan dunia berhasil membalikkan penyebaran HIV. Infeksi baru HIV telah turun  sampai 20% pada 10 tahun terakhir, kematian terkait AIDS menurun hingga 20% pada 5 tahun terakhir, dan jumlah total orang yang hidup dengan HIV menuju stabil.

Jenewa, 23 Nopember 2010-laporan baru dari Program Bersama PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS), yang diluncurkan hari ini, memperlihatkan bahwa epidemi AIDS mulai berubah arah ketika jumlah orang yang terinfeksi HIV baru menurun dan kematian karena AIDS menurun. Secara bersamaan, ini berkontribusi untuk menstabilkan jumlah total orang yang hidup dengan HIV di dunia.

Data dari laporan UNAIDS 2010 Laporan Epidemi Global memperlihatkan bahwa ada 2.6 juta (2.3 juta-2.8 juta) orang diestimasi mengalami infeksi baru  HIV, hampir 20%lebih sedikit dari 3.1 juta.[2.9 juta-3.4 juta] orang terinfeksi pada tahun 1999.

Pada tahun 2009, 1.8 juta [1.6 juta-2.1 juta] orang yang meninggal karena AIDS, hampir seperlima dari 2.1 juta [1.9juta-2.3 juta] dari orang yang meninggal pada tahun 2004.

Pada akhir tahun 2009, 33.3 juta [31.4 juta—35.3 juta] orang yang diestimasi hidup dengan HIV, meningkat sedikit dari 32.8 juta[30.9 juta-34.7juta] pada tahun 2008. Hal ini disebabkan oleh banyak orang dapat hidup lebih lama dan meningkatnya akses terapi ARV.

“ Kita telah mematahkan lompatan epidemi dengan aksi  dan  pilihan yang baik, menurut Michel Sidibe, Direktur eksekutif dari UNAIDS. “ Investasi dari penanggulangan AIDS telah terbayar, tetapi perolehan masih rentan, tantangannya sekarang bagaimana kita dapat berkerja sama untuk mengakselerasi kemajuan.”

Pada akhir 2009, diestimasikan:

33.3 juta [31.4- juta -35.3 juta] orang hidup dengan HIV di tingkat global

2.6 juta [2.3 juta-2.9 juta] orang mengalami infeksi baru HIV

1.8 juta [1.6 juta-2.1 juta] orang meninggal karena penyakit terkait AIDS

Program pencegahan bekerja dengan baik

Laporan tahun 2010 ini mencakup data dasar HIV dari 182 negara dan termasuk kartu skor negara-negara.  Laporan ini memberikan bukti bahwa investasi pada program pencegahan HIV menghasilkan kemajuan yang penting di banyak Negara yang mendapatkan beban berat dari penyakit ini.

Dari tahun 2001 sampai 2009, laju infeksi baru stabil atau menuurun lebih dari 25% setidaknya di 56 negara di dunia, termasuk 34 negara di Sub Sahara Africa. Diantaranya, ada lima Negara dengan epidemi terluas di bagian Negara tersebut, empat Negara-Etiopia, Afrika Selatan, Zambia dan Zimbabwe-laju infeksi baru telah turun dari 25%, dimana epidemi Nigeria masih stabil.

Sub-Sahara Afrika berlanjut menjadi negara yang paling terpengaruh oleh epidemi dengan 69% dari semua infeksi baru. Di tujuh negara, terbanyak di Eropa Timur dan Asia Tengah, laju infeksi baru meningkat sampai 25%.

Baca lebih lanjut

70 Ibu Rumah Tangga Surabaya Positif HIV/AIDS

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA–Sebanyak 70 ibu rumah tangga di Surabaya tercatat positif menderita HIV/AIDS selama sembilan bulan terakhir pada tahun 2010 ini. Kasi Program Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Surabaya, Ponco Nugroho, Rabu mengatakan, banyaknya ibu rumah tangga yang terjangkit virus ini, memang sempat mengejutkan karena banyak yang mengaku tidak pernah melakukan hubungan seks bebas dengan penderita HIV/AIDS.

“Awalnya memang sulit dipercaya, tapi setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya seperti itu. Sebab penularan virus ini tidak hanya dari hubungan seks bebas saja, namun bisa melalui jarum suntik yang tidak steril. Justru itulah yang kita khawatirkan,” ujarnya.

Baca lebih lanjut

Remaja Rentan HIV/AIDS

hms fakfak-aidsJAKARTA, KOMPAS.com — Berdasarkan data kasus Dirjen PP dan PL Departemen Kesehatan RI sampai dengan akhir Maret 2009, penderita HIV/AIDS di Indonesia sudah mencapai 23.632 kasus. Usia rentan semakin muda yaitu pada usia 13-15 tahun.
“Saat ini usia penderita yang terinfeksi HIV/AIDS semakin muda, ada yang 12 tahun sudah termanifestasi. Namun, yang rentan adalah 13-15 tahun,” jelas dr Yanto Sinaga, relawan dari Yayasan AIDS Indonesia (YAI), dalam talktainment di SMK Diponegoro I, Jakarta Timur, Sabtu (12/9).
Ia mengatakan, penderita HIV/AIDS usia 5-14 tahun sebanyak 166 orang dan 15-19 berjumlah 495 orang. Dengan jumlah tersebut Indonesia termasuk negara dengan percepatan paling banyak bersama Vietnam, India, dan Thailand.
Kebanyakan kasus tersebut terjadi di daerah Indonesia bagian timur, sedangkan untuk wilayah Jawa tidak terlalu parah jika dibanding daerah Indonesia bagian timur.

Baca lebih lanjut

Stigma Justru Menghancurkan Upaya Pencegahan HIV/AIDS

Sumber : koran tempo, 23 Agustus 2009fakfak-hms-purmina-mane

Tren penyebaran HIV/AIDS terus meningkat, jumlah pengidap virus ini pun kian besar dari tahun ke tahun, yang sebagian besar perempuan. Berbagai upaya pencegahan dilakukan, baik oleh pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat di berbagai negara. Beragam forum tingkat dunia pun digelar, seperti Kongres Internasional AIDS se-Asia-Pasifik ke-9 di Nusa Dua, Bali, awal Agustus lalu. Namun, banyak masalah besar masih menghadang. “Kendala terbesar lainnya adalah kita kerap berpikir memperlakukan penderita HIV/AIDS seperti orang yang kena kutukan,” kata Purnima Mane,pakar gender untuk isu-isu kesehatan, terutamaHIV/AIDS. Karena itu, ia menyarankan agar orang dengan HIV/AIDS dilindungi hukum sehingga mereka bisa hidup normal apa adanya Karier Purnima Mane di bidang pencegahan HIV/AIDS cukup panjang sebelum menjabat Wakil Direktur Eksekutif United Nations Population Fund (UNFPA) sejak 2007. Ia penyandang gelar doktor ilmu sosial dari Tata Institute of Social Science, Mumbai, India. Selama 12 tahun, Purnima menjadi guru besar di almamaternya sebelum hijrah ke Program AIDS Dunia di Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa pada 1994. Di Badan AIDS Dunia (UNAIDS), Purnima untuk pertama kalinya memelopori kajian gender dan AIDS hingga mencapai posisi manajer eksekutif pada 1999. Pada tahun yang sama, ia lantas pindah ke Dewan Kependudukan Dunia dan Dana Dunia untuk memerangi AIDS di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Pada 2004, Purnima “pulang kandang” ke UNAIDS. Kali ini posisinya Direktur Kebijakan, Kesaksian, dan Kerja Sama. Ia juga menulis dan menerbitkan buku-buku, termasuk buku tentang aspek-aspek sosial dan budaya AIDS di India. Purnima juga membidani kelahiran jurnal Budaya, Kesehatan, dan Seksualitas.

Selasa dua pekan silam, penasihat khusus gender dan HIV/AIDS Sekretaris Jenderal

PBB Ban Ki-moon ini menerima Andree Priyanto dan Rofiqi Hasan dari Tempo untuk sebuah wawancara khusus di sela- sela kesibukannya mengikuti Kongres Internasional AIDS se-Asia-Pasifik ke-9 di Nusa Dua, Bali, yang bertema “Empowering People, Strengthening Networks”

Silahkan unduh wawancara lengkap (pdf file) koran tempo dengan Purmina Mane pada link di bawah ini

koran tempo – Upaya pencegahan HIV AIDS