188 Warga Biak Tewas akibat HIV/AIDS

BIAK, KOMPAS.com —Sedikitnya 188 warga Kabupaten Biak Numfor, Papua, tewas akibat mengidap HIV/AIDS. Hingga akhir 2010 terdapat 736 kasus HIV.

“Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Biak Numfor setiap tahun meningkat signifikan sehingga diperlukan kepedulian berbagai pihak dalam mencegah penularan penyakit mematikan ini,” kata Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Biak Rewang Naflai Salmon di Biak, Jumat (18/3/2011).

Ia mengatakan, dapat saja angka pengidap HIV/AIDS yang tewas bisa bertambah mengingat dinas kesehatan sangat sulit mendeteksi perilaku orang dengan HIV/AIDS (Odha) di lingkungan tertentu, pasca-mengalami pengobatan perawatan jalan di rumah sakit atau puskesmas.

Baca lebih lanjut

Stigma Justru Menghancurkan Upaya Pencegahan HIV/AIDS

Sumber : koran tempo, 23 Agustus 2009fakfak-hms-purmina-mane

Tren penyebaran HIV/AIDS terus meningkat, jumlah pengidap virus ini pun kian besar dari tahun ke tahun, yang sebagian besar perempuan. Berbagai upaya pencegahan dilakukan, baik oleh pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat di berbagai negara. Beragam forum tingkat dunia pun digelar, seperti Kongres Internasional AIDS se-Asia-Pasifik ke-9 di Nusa Dua, Bali, awal Agustus lalu. Namun, banyak masalah besar masih menghadang. “Kendala terbesar lainnya adalah kita kerap berpikir memperlakukan penderita HIV/AIDS seperti orang yang kena kutukan,” kata Purnima Mane,pakar gender untuk isu-isu kesehatan, terutamaHIV/AIDS. Karena itu, ia menyarankan agar orang dengan HIV/AIDS dilindungi hukum sehingga mereka bisa hidup normal apa adanya Karier Purnima Mane di bidang pencegahan HIV/AIDS cukup panjang sebelum menjabat Wakil Direktur Eksekutif United Nations Population Fund (UNFPA) sejak 2007. Ia penyandang gelar doktor ilmu sosial dari Tata Institute of Social Science, Mumbai, India. Selama 12 tahun, Purnima menjadi guru besar di almamaternya sebelum hijrah ke Program AIDS Dunia di Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa pada 1994. Di Badan AIDS Dunia (UNAIDS), Purnima untuk pertama kalinya memelopori kajian gender dan AIDS hingga mencapai posisi manajer eksekutif pada 1999. Pada tahun yang sama, ia lantas pindah ke Dewan Kependudukan Dunia dan Dana Dunia untuk memerangi AIDS di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Pada 2004, Purnima “pulang kandang” ke UNAIDS. Kali ini posisinya Direktur Kebijakan, Kesaksian, dan Kerja Sama. Ia juga menulis dan menerbitkan buku-buku, termasuk buku tentang aspek-aspek sosial dan budaya AIDS di India. Purnima juga membidani kelahiran jurnal Budaya, Kesehatan, dan Seksualitas.

Selasa dua pekan silam, penasihat khusus gender dan HIV/AIDS Sekretaris Jenderal

PBB Ban Ki-moon ini menerima Andree Priyanto dan Rofiqi Hasan dari Tempo untuk sebuah wawancara khusus di sela- sela kesibukannya mengikuti Kongres Internasional AIDS se-Asia-Pasifik ke-9 di Nusa Dua, Bali, yang bertema “Empowering People, Strengthening Networks”

Silahkan unduh wawancara lengkap (pdf file) koran tempo dengan Purmina Mane pada link di bawah ini

koran tempo – Upaya pencegahan HIV AIDS

Lack of awareness and unified strategy fuels HIV epidemic among men who have sex with men in Asia Pacific

BALI – The Asia Pacific Coalition on Male Sexual Health (APCOM) will conduct a full-day forum on August 8 on the unique challenges posed by HIV infection among men who have sex with men (MSM) and transgenders TG) in the region. The interactive consultation is an official Fakfak_HMS_APCOM_ICAP_IXpre-conference activity of the 9th International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP 9) being held in Bali. Authorities from around the world armed with the latest epidemiological data will provide important new insights into the directions the epidemic is taking in the region. Every 7.5 minutes in Asia Pacific, a man who has sex with men, irrespective of their being homosexual or heterosexual, gets infected with HIV. APCOM, a regional coalition focusing on HIV and MSM of community-based organisations that includes the government sector and the United Nations system, will target its day-long forum squarely on this key affected population. It will bring together a diverse mix of experts, from developers of national HIV response programmes to scientific researchers to those involved in the UN’s global and regional response to HIV among MSM and TG. They are joined by community leaders from the Asia Pacific
region involved in local, national and sub-regional service delivery and community mobilization.
Asia Pacific faces a number of hurdles that make HIV prevention among MSM particularly difficult, including religious and cultural attitudes, legal, economic and social discrimination, linguistic challenges and varying levels of awareness. Highly concentrated and severe HIV epidemics among MSM in urban areas across the region are well documented, yet investment in HIV programming for MSM and TG remains limited, ranging from 0% to 4% of the total spending for HIV programming in countries region-wide.
Baca lebih lanjut

Jumlah Kasus HIV/AIDS per 31 Desember 2008 di tanah Papua

Sumber Data : Dinas Kesehatan Provinsi Papua

4548, ini adalah jumlah angka kumulatif kasus HIV/AIDS di tanah Papua, dengan Epidemilogi kumulatif sbb:

JENIS KELAMIN

Sex HIV AIDS JML
Laki-laki 1107 1203 2310
Perempuan 1221 963 2184
Tdk Diketahui 47 7 54
Total 2375 2173 4548

KELOMPOK UMUR

Kelompok Umur HIV AIDS JML
<1 18 9 27
1-4 16 22 48
5-14 28 16 44
15-19 204 177 381
20-29 1070 1005 2075
30-39 604 582 1186
40-49 167 228 395
50-59 46 71 117
>60 7 12 19
Tidak Diketahui 205 51 256
Total 2375 2173 4548

PER KABUPATEN KOTA Baca lebih lanjut

International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9, Bali 9-13 Agustus 2009

Jakarta [3 Juni 20Fakfak_HMS_ICAP_IX09]. Pada tanggal 9-13 Agustus nanti, Bali akan menjadi tuan rumah International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9, kongres AIDS terbesar di kawasan Asia-Pasifik ini. Sebanyak 3,000 peserta dari 51 negara Asia dan14 negara Pasifik dIperkirakan akan hadir dalam kongres ini.Tema ICAAP ke-9 adalah “Memberdayakan Manusia, Memperkuat Jejaring” (Empowering People, Strengthening Networks), yang dapat mendukung terciptanya komunitas dinamis dengan manusia-manusia berdaya di seluruh kawasan Asia dan Pasifik sehingga mampu melakukan penanggulangan holistik dan lebih efektif dalam menanggapi pandemi lintas batas di negara-negara kawasan ini.
Baca lebih lanjut

Lomba Cipta Lagu HIV AIDS

Buat rekan-rekan yang sempat membaca blog ini, dan yang berumur 16 s.d 35 tahun berbakat dan bisa ciptainhms fakfak music for aids
lagu dan punya band yang peduli terhadap isu-isu HIV&AIDS buruan deh ikutan
lomba cipta lagu “Stop AIDS With The Music” yang dipersembahkan oleh Yayasan
AIDS Indonesia.

Pendaftaran paling lambat
18 Juli 2009.

Pendaftaran bisa di download di website YAI :  www.yaids.com

atau datang langsung ke hotel menara
Peninsula lt 3 Jl Letjen S Parman Kav
78 Slipi Jakarta
11410.

Kasus HIV AIDS Bertambah di Kabupaten Supriori – Papua

BIAK, KOMPAS.com – Pengidap penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Supiori, Papua, dalam tahun 2009 ini bertambah lima kasus sehingga jumlah keseluruhan menjadi 28 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Supiori Dokter Jenggo Suwarko di Biak, Rabu (20/5), mengatakan, penemuan lima kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Supiori berdasarkan hasil pemeriksaan medis lewat program mobile klinik di wilayahnya. “Lima pengidap kasus baru HIV yang terdeteksi  ini sedang dalam pengawasan pihaknya untuk mendapat penanganan serius,” dokter Jenggo. Baca lebih lanjut